SIAPAKAH, PAHLAWAN TANPA TANDA JASA ?
Mungkin kita sudah bisa memikirkan secara reflek saja, siapakah pahlawan tanpa tanda jasa itu,,bahkan lagu nasional juga ada yang menyatakan bahwa ada sesosok makhluk yang dikatakan sebagai patriot, sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, namun kebnyakan patriot tersebut sudah bergeser menjadi pahlawan dengan tanda jasa sebagai pergeseran kehidupan modern, sosok itu menagih jasa mengajar dengan upah rupiah.
Kami tidak berniat menjelekkan tapi kami mengajak berpikir ulang, karena sebuah hati yang terusik dengan ketenangan negara ini, bagai air tenang yang menghanyutkan tiap rakyatnya yang lengah dari buaya – buaya yang sering menerkam, yang mengusai republic ini. yang menyebabkan kita tiap waktu berpikir kapan kita akan tenggelam.
Kami menjabarkan konsep guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa telah tergeser, hal itu sudah terbukti secara global, sekali lagi saya menyatakan kami tidak menyalahkan, tapi mengajak berpikir ulang siapa sebenarnya Palawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya.
Beberapa waktu yang lalu seorang pahlawan yang sesungguhnya telah meninggal kawan pembaca sekalian, pahlawan yang sebenarnya, kematiannya bukan karena tekanan ekonomi, bukan karena kebodohan dan ketololannya, tapi karena lebih apresisi pada negara dengan buaya – buaya pemangsa, dia menyampaikan aspirasi kita yang tidak mampu kita ucapkan, yang acapkali tersendat pada tenggorokan kita, karena takut pada buaya pemangsa. “seorang pahlawan telah membakar dirinya di depan istana” dan beritanya gak semua tahu seperti sang penguasa menciptakan lagu dan menceritakan curhatnya secara meluas melalui televise,. Ingatlah kawan “satu pahlawan kita telah gugur”, PAHLAWAN SESUNGGUHNYA, BENAR – BENAR TANPA TANDA JASA.
Mari kita buka lebar hati nurani kita, sudahkah kita mampu meneruskan tekad dari sang pahlawan kita, sebagai kewajiban dari kita yang ditingggalkannya, sebagai pewaris semangatnya. Atau aspirasi kita masih berhenti di tenggorokkan dan menunggu tontotan gugurnya pahlawan yang lain. Mari kita gunakan figure Pahlawan kita ini, sebagai semangat untuk merobohkan Buaya – Buaya yang masih tegak mengangkangi kita di bawah selangkangann. !
(aspirasi dan apresiasi dari hatiku, untuk pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhmya)



